ADA APA DENGAN CINTA II

Dulu,
Aku letakkan kebergantunganku pada manusia,
Bahagia? Tenang?
Jiwa itu tergantung sendirian tak bertepian…

Jeritku, tangis itu…
Adakah tinggal parutnya di hati kalian?
Dan angkuhnya kau persoalkan tentang ikhlas dan hati?

Ikhlas itu bukan mudah…
Kerna wujudnya cuma dirasa…
Hati yang menyapa, mata buta memandang…

Tika ikhlasku tebal dengan sayang,
Tuhan dan malaikat saksi dudukku menangis di sejadah,
Aku sujud merayu agar ikhlas itu pergi, jauh dari hati…
Dan tutupkanlah hati itu.

Kali itu,
Jatuhku terlalu dalam,
Pedih sakit terlalu amat,
Ikhlasku jadi taruhan permainan,
Aku gagal bangkit berdiri bertahan,
Qiamku berderai, aku jatuh ke tanah…

Demi nama Allah bersaksikan nama Muhammad…

Detik itu… aku menangis mohon keredhaan,
Dipadamkan segala ingatan,
Takdirku diserahkan atas nama-Nya,

Dan atas nama-Nya,

Ikhlas itu telah tiada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s